Postingan

Balai Kota Malang

Gambar
  Sumber : JIKN Kota Malang Balai Kota Malang dirancang oleh arsitek H.F Horn dari semarang dengan Motto “ Voor de Burgers van Malang ” (untuk warga Malang) dan interiornya dipercayakan kepada C. Citroen dari Surabaya. Balai Kota dibangun Tahun 1927 sampai 1929 dan mulai ditempati pada bulan september 1929 oleh Walikota ke dua Ir. EA Voorneman. Pada awalnya, Balai Kota berfungsi sebagai pusat pemerintahan kolonial Belanda, mengatur berbagai urusan administrasi dan keuangan di Kota Malang. Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945 gedung ini diambil alih oleh pemerintah Indonesia dan berfungsi sebagai pusat administrasi pemerintahan Kota Malang, foto diabadikan pada tahun 1947.

Kantor Karesidenan Malang tahun 1940

Gambar
Sumber: JIKN Malang Foto kantor karesidenan`  pada tahun 1900 - 1970 di kota malang. Dibangun oleh arsitek Ir.M.B. Tideman Tahun 1936 sekarang gedung ini dipergunakan menjadi Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara Jalan Merdeka Selatan Kota Malang. Dalam foto terlihat suasana lingkungan sekitar kantor yang tertata rapi, mencerminkan peran karesidenan sebagai pusat administrasi pemerintahan di wilayah Malang pada masa itu. Gedung ini menjadi s imbol otoritas kolonial sekaligus bagian dari sejarah perkembangan tata kota Malang.  

Jalan Idjen Boulevard

Gambar
Sumber : JIKN Kota Malang Foto kondisi Jalan Idjen Boulevard (kini dikenal sebagai Jalan Ijen) pada masa kolonial akhir, sekitar tahun 1947–1950. Jalan ini dirancang sebagai kawasan elit dengan tata kota bergaya Eropa, ditandai oleh boulevard yang lebar, deretan pepohonan palem di bagian tengah, serta rumah-rumah besar bergaya Indis di sepanjang sisinya. Pada masanya, Idjen Boulevard merupakan simbol modernitas dan kemewahan Kota Malang, serta menjadi kawasan pemukiman kaum menengah atas, termasuk pejabat dan orang Belanda. Jalan Ijen menjadi kawasan bersejarah di Kota Malang yang dikenal karena keindahan arsitekturnya dan sering dijadikan lokasi berbagai kegiatan budaya serta car free day.  

Jalan Pembelanjaan Kayutangan

Gambar
Sumber : JIKN Kota Malang Foto ini memperlihatkan suasana kawasan perbelanjaan di Jalan Kayutangan, Malang pada akhir dekade 1940-an hingga awal 1950-an. Kayutangan dikenal sebagai pusat perdagangan dengan deretan pertokoan yang ramai dikunjungi. Dalam gambar terlihat aktivitas masyarakat yang melintas di bawah rindangnya pepohonan yang berjajar di tepi jalan. Kawasan ini menjadi salah satu ikon kota yang hingga kini tetap dipertahankan sebagai pusat aktivitas ekonomi dan budaya, meskipun mengalami berbagai perubahan fisik seiring perkembangan zaman.

Kantor Administrasi di Aloon-Aloon Malang tahun 1935

Gambar
Sumber: JIKN Malang Foto kantor administrasi yang dibangun di tengah tengah aloon aloon kota malang pada tahun 1935. Arsitekturnya memperlihatkan gaya semi modern yang mulai berkembang pada era kolonial akhir, dengan perpaduan elemen klasik dan desain fungsional. Kantor ini menjadi bagian dari tata ruang Aloon-Aloon Malang yang dikenal sebagai pusat kegiatan pemerintahan dan sosial masyarakat. Dalam foto tampak suasana sekeliling yang tertata rapi dan mencerminkan kemajuan tata kota serta administrasi kolonial di wilayah Jawa Timur pada masa Hindia Belanda. Foto ini menjadi dokumen visual bersejarah yang memperlihatkan dinamika pembangunan kota dan simbol modernisasi birokrasi di Malang pada dekade 1930-an.

Kantor Polisi Malang tahun 1940

Gambar
Sumber: JIKN Malang Foto ini memperlihatkan Kantor Polisi di Malang pada tahun 1940. Bangunan kantor tampak bergaya kolonial dengan struktur yang kokoh dan tertata rapi, mencerminkan fungsi pentingnya sebagai pusat keamanan dan ketertiban di kota Malang pada masa Hindia Belanda. Di halaman depan terlihat beberapa penjaga atau petugas polisi yang sedang berjaga, sementara sebagian lainnya tampak berada di sisi kanan bangunan. Suasana di sekitar kantor terlihat cukup ramai, menggambarkan aktivitas dan kesiagaan aparat dalam menjalankan tugasnya. Foto ini menjadi dokumentasi visual bersejarah yang memberikan gambaran tentang organisasi keamanan dan suasana sosial di Malang pada awal abad ke-20, serta memperlihatkan bagaimana lembaga penegak hukum beroperasi di masa kolonial.  

Kantor Pos dan Telegraf di Malang tahun 1935

Gambar
Sumber: JIKN Malang Foto kantor pos yang tergabung dengan kantor telegraf di malang yang berdampingan, suasana tampak depan sangat ramai oleh kegiatan penduduk lokal sekitar.  Kehidupan yang terekam dalam foto ini mencerminkan keramaian pusat komunikasi dan layanan publik di kota Malang pada masa Hindia Belanda. Selain merekam wujud fisik bangunan, foto ini juga menjadi dokumen visual penting yang menggambarkan perkembangan sistem komunikasi modern dan mobilitas sosial masyarakat perkotaan pada awal abad ke-20 di Indonesia.  

Pecinan

Gambar
  Sumber : JIKN Malang Foto daerah pecinan dari sisi barat. Daerah ini menjadi pusat bermukim etnis tionghoa di kota Malang karena pada era kolonial Belanda, pemerintahannya mengasingkan etnis Tionghoa didalam satu kawasan tertentu, foto diabadikan tahun 1900-1970.